Diduga Usai Konsumsi Susu MBG, 20 Siswa SMPN 2 Cisarua Mengalami Muntah-Muntah

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 09:47 16 Piter Siagian

http://Rajawali Times News.com BOGOR – Sejumlah siswa dan siswi SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami muntah-muntah pada Rabu (21/10/2026). Satu siswa di antaranya dilaporkan mengalami keluhan muntah-muntah yang disertai diare.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Cisarua Leuwimalang 01, Fima Aditya Nugraha, langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dan mendatangi lokasi untuk memperoleh informasi sekaligus memastikan penanganan terhadap para siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Berdasarkan laporan klarifikasi SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01, pihak sekolah SMP Negeri 2 Cisarua menghubungi Kepala SPPG sekitar pukul 08.30 WIB untuk menginformasikan adanya sejumlah siswa yang mengalami muntah-muntah.

Sekitar pukul 08.40 WIB, Kepala SPPG tiba di lokasi dan berkomunikasi dengan pihak sekolah, wali kelas, serta orang tua siswa. Dalam komunikasi awal tersebut, seorang siswa menyampaikan bahwa dirinya hanya mengonsumsi susu sebelum mengalami muntah-muntah.

Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa bertambah. Menjelang pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 20 siswa mengalami muntah-muntah, dengan satu orang di antaranya juga mengalami diare.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dalam laporan tersebut, distribusi makanan bergizi gratis (MBG) ke SMP Negeri 2 Cisarua tiba sekitar pukul 08.03 WIB dan mencakup seluruh kelas, termasuk siswa yang mengikuti kegiatan belajar pada jam masuk pagi.

Sampel Susu Dikirim ke Laboratorium

Dalam laporan klarifikasinya, pihak SPPG menyebutkan bahwa susu yang didistribusikan merupakan susu kemasan Diamond UHT Full Cream. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya susu dengan kemasan rusak atau kondisi yang tidak layak konsumsi.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian. Sampel susu dilaporkan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk menjalani pemeriksaan, dan pihak terkait masih menunggu hasil pengujian laboratorium.

Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan apakah susu yang dikonsumsi memiliki kaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

Koordinasi dan Penanganan Siswa

Sebagai langkah penanganan, pihak SPPG melakukan koordinasi dengan puskesmas untuk mendukung penanganan pasien serta pencatatan kejadian. Koordinasi juga dilakukan bersama Babinsa, perangkat daerah setempat, dan pihak kecamatan.

Selain itu, pihak SPPG menyatakan telah menemui pasien, sementara penanganan medis dilakukan oleh pihak puskesmas dan rumah sakit.

Kejadian ini menjadi perhatian penting bagi pihak-pihak terkait, terutama dalam memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Pemeriksaan terhadap sampel susu, penelusuran kondisi kemasan, serta evaluasi proses distribusi dan penyimpanan perlu menjadi bagian dari upaya memastikan penyebab kejadian secara objektif.

Hingga hasil uji laboratorium diterbitkan, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan. Semua pihak diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan spekulasi.

Catatan: Jumlah siswa yang dilaporkan mengalami keluhan adalah 20 orang berdasarkan laporan klarifikasi SPPG. Informasi mengenai perkembangan kondisi para siswa dan hasil pemeriksaan laboratorium masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.

Chrdn

Piter Siagian
Author: Piter Siagian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA