http://Rajawali Times News.com TANGERANG SELATAN – Kegiatan Semarak Hari Santri Jurtim Tangerang Selatan 2026 berlangsung meriah dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat. Kegiatan yang digelar di wilayah Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, ini menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan, membangun karakter generasi muda, serta mempererat kebersamaan masyarakat.
Peserta kegiatan terdiri atas santri, alim ulama, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, guru ngaji, majelis taklim, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, Semarak Hari Santri Jurtim menjadi wadah untuk mengapresiasi peran santri dan pesantren dalam pendidikan keagamaan, pembentukan akhlak, serta penguatan semangat kebangsaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan karnaval yang diikuti sekitar 1.000 santri dari tiga pondok pesantren, yakni Al-Ikhwaniyah, Al-Quraniyah, dan Jam’iyah Islamiyah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, fashion show, lomba selawat yang diiringi marawis, hadrah, dan kasidah, serta program Syiar dan Syair yang menghadirkan lantunan selawat, maulid, dan musik religi.
Kemeriahan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, dan potensi mereka di bidang keagamaan maupun seni budaya.
Lurah Jurang Mangu Timur Tekankan Peran Santri
Lurah Jurang Mangu Timur, H. Ahmad Gozali, S.H.I., M.H., dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak generasi muda, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Menurutnya, peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama sekaligus melanjutkan nilai-nilai pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, pemerintah kelurahan berharap terjalin hubungan yang semakin erat antara pemerintah, pesantren, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat.
Semarak Hari Santri juga diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kecintaan terhadap ilmu agama, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat persatuan.
Camat Pondok Aren Apresiasi Semarak Hari Santri
Camat Pondok Aren, H. Hendra, S.H., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan Semarak Hari Santri Jurtim Tangerang Selatan 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai positif dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan di tingkat kecamatan dan kelurahan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Aspirasi warga perlu diserap melalui ruang-ruang partisipasi, salah satunya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Sejak awal, inisiatif dan aspirasi masyarakat selalu disampaikan melalui ruang-ruang terbuka, salah satunya Musrenbang. Di tingkat kecamatan, kami berupaya memberikan dukungan dengan memprioritaskan program-program yang memiliki dampak nyata dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, penentuan prioritas pembangunan perlu mempertimbangkan kebutuhan warga dan manfaat program bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting untuk mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran.
Hendra juga menilai pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurutnya, kecerdasan dan prestasi perlu diimbangi dengan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak yang baik.
“Yang paling utama, kita berharap anak-anak kita menjadi insan yang baik. Ketika kelak mendapatkan amanah atau menduduki jabatan apa pun, mereka diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab dengan jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap para santri kelak mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan, baik di lingkungan masyarakat, pemerintahan, maupun sektor lainnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan moral yang telah ditanamkan sejak dini.
Pentingnya Sinergi Orang Tua, Pesantren, dan Pemerintah
Di tengah perkembangan teknologi dan tantangan pergaulan yang semakin kompleks, Hendra menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan keluarga dalam mendampingi pertumbuhan generasi muda.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah maupun pesantren. Peran orang tua dalam mengawasi, mendampingi, dan membangun komunikasi dengan anak juga sangat menentukan pembentukan perilaku dan kepribadian mereka.
Ia mengingatkan pentingnya perhatian terhadap aktivitas anak, lingkungan pergaulan, serta penggunaan waktu di luar rumah. Berbagai persoalan yang melibatkan pelajar, termasuk tawuran, perlu menjadi perhatian bersama agar dapat dicegah melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Orang tua harus hadir, mengetahui aktivitas anak, dan membangun komunikasi yang baik. Ini merupakan tanggung jawab bersama agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Hendra berharap nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap sesama, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dorong Kemandirian dan Kreativitas Santri
Selain memperkuat pendidikan agama dan karakter, kegiatan Semarak Hari Santri Jurtim 2026 juga menjadi momentum untuk mendorong pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi santri.
Pihak penyelenggara mendorong pesantren untuk mengembangkan kegiatan kewirausahaan melalui kolaborasi dan fasilitasi pelatihan keterampilan. Upaya tersebut antara lain mencakup pelatihan menjahit dengan dukungan peralatan mesin jahit serta pelatihan digital printing.
Pengembangan keterampilan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi santri untuk menjadi generasi yang mandiri, produktif, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.
Dengan demikian, pendidikan pesantren tidak hanya berperan dalam membangun fondasi spiritual dan moral, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi generasi muda.
Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kebangsaan
Pelaksanaan Semarak Hari Santri Jurtim Tangerang Selatan 2026 turut melibatkan kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, pihak kecamatan, serta para ustaz dan pengelola pondok pesantren. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dalam mengembangkan kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan berkontribusi di tengah masyarakat.
Hendra berharap Semarak Hari Santri dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang sebagai ruang mempererat ukhuwah, mengembangkan potensi santri, dan menumbuhkan kecintaan terhadap agama serta bangsa.
“Harapan kita, anak-anak ini kelak menjadi generasi penerus yang membawa kebaikan di mana pun mereka berada. Dengan bekal ilmu, agama, dan akhlak yang baik, mereka dapat menjadi pribadi yang amanah serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Semarak Hari Santri Jurtim Tangerang Selatan 2026 menjadi pengingat bahwa membangun masa depan tidak cukup hanya dengan kecerdasan dan penguasaan teknologi. Generasi muda juga membutuhkan fondasi moral, karakter yang kuat, dan kepedulian sosial agar mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
(Teti)
Tidak ada komentar