http://Rajawali Times News.com Tigaraksa – Proyek lanjutan pemasangan saluran U-Ditch yang hampir selesai di Kampung Seglog RT 01/02, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, dari hasil pantauan di lokasi proyek, terdapat sejumlah kondisi yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama terkait kualitas material yang digunakan serta pelaksanaan pekerjaan di lapangan ,Senin 27/07/2026
Berdasarkan dokumentasi yang diperoleh, terlihat proses pemasangan saluran U-Ditch berlangsung di sepanjang jalur yang telah dilakukan penggalian. Namun, pada salah satu bagian tampak penutup (cover) U-Ditch mengalami kerusakan berupa retak bahkan pecah.
Saat awak media datang ke lokasi dan wawancara dengan pekerja, mengatakan “udah 4 hari papan proyek belum di pasang juga, sedangkan pelaksananya tidak datang, hal itu diungkapkan oleh pekerja menurut keterangannya pelaksana tidak datang kelokasi proyek, jangan kan di Tigaraksa, yang di keronjo juga jarang datang bang,”ungkapnya.
Selain itu, kondisi material Disinyalir tidak memenuhi standar mutu dan kwalitas dan juga dalam pelaksanaan pekerjaan sarat mengundang perhatian publik. Dari dokumentasi yang ada, pekerja terlihat melakukan aktivitas di area proyek dengan perlengkapan keselamatan kerja yang tampak belum lengkap.
Dalam kegiatan tersebut suatu keharusan dan kewajiban vendor untuk membuat Papan informasi proyek namun kenyataannya belum terlihat dilapangan, sebagai mana diatur dalam kontrak kerja sesuai dengan peraturan pemerintah.
Anggaran yang dibiayai dari APBD tersebut menjadi kontradiktif atas pelaksanaan kerja yang jauh dari harapan masyarakat dan menjadi pertanyaan publik pengawasan kerja oleh dinas.
Diharapkan dinas terkait dapat menegur pihak perusahaan sebagai pelaksana kerja agar kedepan kwalitas dari hasil kerja dapat dinikmati oleh masyarakat. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang dibiayai oleh pajak masyarakat harusnya berkualitas baik.
Sementara dari sisi K3 dinilai masih jauh dari harapan dan juga disinyalir tidak sesuai kontrak kerja. Apabila kondisi tersebut dibiarkan selama pekerjaan berlangsung, maka penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai perlu menjadi evaluasi pihak pemberi kerja, hal itu untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Disisi lain Material U-Ditch maupun cover yang mengalami kerusakan seharusnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dipasang pada tempatnya.
Dalam pekerjaan konstruksi, penggunaan material yang tidak memenuhi standar mutu berpotensi mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan serta umur layanan saluran drainase. Oleh karena itu, setiap material yang mengalami kerusakan idealnya diganti dengan material yang masih layak sesuai spesifikasi teknis.
Selain mutu material, turut menjadi perhatian publik adalah pengawasan pekerjaan, dimana pengawas memiliki peran penting dalam menjamin kualitas pembangunan. Baik setiap tahapan pelaksanaan proyek semestinya dilakukan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, dan sesuai ketentuan kontrak agar hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi kualitas maupun manfaatnya bagi masyarakat.
Kami meminta instansi terkait, termasuk dinas teknis dan konsultan pengawas, untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi guna memastikan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu material, serta ketentuan K3 yang berlaku.
Diharapkan pengawasan yang maksimal hal ini dinilai penting agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum mendapat keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai kondisi material yang terlihat rusak pada dokumentasi di lapangan.
Maman
Tidak ada komentar