GMPKP Gelar Unjuk Rasa Minta Pemerintah dan Dinas DPKP Dapat Atasi Bencana Kekeringan.

waktu baca 4 menit
Senin, 19 Okt 2026 08:29 75 Piter Siagian

http://Rajawali Times News.com Kabupaten Tangerang – Gabungan Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik (GMPKP) bersama puluhan petani dari berbagai tempat, menggelar aksi unjuk rasa di GUD gedung usaha bersama, Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Senin, (19/10/2026).

Dalam aksi tersebut GMPKP bersama puluhan petani membawa beberapa tuntutan, tuntutan itu, untuk menyikapi persoalan yang telah terjadi akibat musim kering yang berkepanjangan ditambah Cuaca Elnino, yang dinilai hingga kini belum stabil.

Pengunjuk rasa mendesak pemerintah agar segera membuat langkah langkah untuk mengatasi persoalan-persoalan yang menyangkut dengan kekeringan yang melanda kabupaten Tangerang. Terutama yang berdampak pada petani yang tidak bisa menanam.

Ditempat yang sama Alamsyah ketua Geram menyampaikan sikap, dalam hal itu, dirinya mengajak dinas terkait untuk berdiskusi untuk menyikapi persoalan yang melanda kekeringan di wilayah kabupaten Tangerang sebelum digelar unjukrasa. Dirinya meminta agar langkah langkah diambil oleh pemerintah sesegera mungkin untuk mengatasi kekeringan.

Alamsyah menyebut, pengaruh cuaca Elnino yang berkepanjangan dapat merusak tanaman, jika hal demikian dibiarkan kawatir akan nasib petani yang tidak bisa menanam di karenakan sudah tidak ada air. Sehingga berpotensi mengurangi pendapatan dari hasil panen. Bahkan gagal panen yang juga bisa berpotensi naiknya harga pangan.

Sementara Suhud, menyebutkan bahwa dari awal bukan ditawarkan solusi, dan kedatangan GMPKP bersama petani untuk mencari kebenaran sendiri untuk apa, lebih baik bapak selesaikan internal bapak, lalu selesaikan kepada para petani.

“Kami tidak didengar. Kami akan datang lagi kesini bahkan akan bawa massa yang lebih banyak dari hari ini dan meminta Bupati Tangerang untuk copot Kadis DPKP,” tukasnya.

Sementara itu, menanggapi aksi  unjukrasa Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan perubahan iklim yang dipengaruhi fenomena El Nino telah berdampak pada sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun 2026.

Untuk mengurangi dampaknya, pemerintah menyiapkan sejumlah program, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi sarana irigasi melalui Irpom, Irpim, dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), pemberian pompa air, alat dan mesin pertanian (alsintan), pestisida, hingga bantuan benih pengganti bagi petani yang mengalami gagal panen.

“Program itu, diprioritaskan bagi wilayah yang masih memiliki sumber air pada saluran irigasi sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani,” ujarnya. Senin (19/10/2026). di hadapan pengunjuk rasa.

Menurutnya, sebagian program telah berjalan, sementara sisanya dialokasikan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain itu, Anggaran yang terbatas membuat tidak seluruhnya daerah dapat terjamah akan tetapi diperhatikan tahap demi tahap guna menjamin seluruh masyarakat petani dapat menjalankan roda penanaman bibit baru.

Ujang menambahkan, bantuan benih, alsintan, pompa air, dan pestisida bahkan telah mulai disalurkan. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Tangerang kepada kelompok tani di Kecamatan Mauk.

Ujang Menandaskan bahwa, Untuk wilayah lainnya, penyaluran dilakukan secara bertahap. Saat ini kami sedang menyiapkan bantuan benih bagi kelompok tani yang mengalami gagal panen agar dapat segera memasuki musim tanam berikutnya, ” Tandasnya.

Intervensi bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pada Tahun Anggaran 2026, meliputi:

✓ Bantuan Irigasi Perpompaan = 26 unit

✓ Bantuan Irigasi Perpipaan = 6 unit

✓ Sumur Bor = 2 unit

✓ Sumur Pantek = 4 unit

✓ JIAT = 6 unit

✓ RJIT = 22 unit

✓ Pompa Air = 75 unit

Berdasarkan data kekeringan yang dikeluarkan oleh UPTD BPTPH Provinsi Banten sampai dengan 16 Oktober 2026, kekeringan di Kabupaten Tangerang terjadi mulai akhir Juni 2026 yang terjadi pada 18 Kecamatan (58 Desa) seluas 756,05 Ha (Puso 433,05 Ha, Pulih 188 Ha, Panen 73 Ha

Sarana pertanian yang diberikan juga meliputi 25.825 kg pupuk NPK; 20.500 kg kompos; 530.000 kg pupuk organic; 90 liter pupuk organik cair. Selain itu, juga diberikan bantuan benih padi mencapai 86.900 kg.

Untuk diketahui bahwa pemerintah memberikan langsung bantuan kepada kelompok tani yang sudah terdaptar di simultan, kadis menyampaikan seluruh kelompok tani yang sudah terdaftar di kementerian mendapat penyuluhan, berdasarkan kelompok yang sudah terdata itu, mereka mengusulkan yang diperlukan yang berkaitan dengan pertanian.

Redaksi Piter Siagian.

Piter Siagian
Author: Piter Siagian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA