http://Rajawali Times News.com Kabupaten Tangerang – Menyikapi Persoalan yang kini dialami hampir seluruh wilayah Indonesia terkait dampak Elnino kekeringan panjang pemerintah kabupaten tangerang mempercepat penyaluran berbagai bantuan bagi petani yang terdampak perubahan iklim.
Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Provinsi Banten untuk menjaga produktivitas pertanian dan memastikan petani tetap dapat memasuki musim tanam berikutnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan perubahan iklim yang dipengaruhi fenomena El Nino telah berdampak pada sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Untuk mengurangi dampaknya, pemerintah menyiapkan sejumlah program, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi sarana irigasi melalui Irpom, Irpim, dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), pemberian pompa air, alat dan mesin pertanian (alsintan), pestisida, hingga bantuan benih pengganti bagi petani yang mengalami gagal panen.
“Program itu, diprioritaskan bagi wilayah yang masih memiliki sumber air pada saluran irigasi sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani,” ujarnya. Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, sebagian program telah berjalan, sementara sisanya dialokasikan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, Anggaran yang terbatas membuat tidak seluruhnya daerah dapat terjamah akan tetapi diperhatikan tahap demi tahap guna menjamin seluruh masyarakat petani dapat menjalankan roda penanaman bibit baru.
Ujang menambahkan, bantuan benih, alsintan, pompa air, dan pestisida bahkan telah mulai disalurkan. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Tangerang kepada kelompok tani di Kecamatan Mauk.
Ujang Menandaskan bahwa, Untuk wilayah lainnya, penyaluran dilakukan secara bertahap. Saat ini kami sedang menyiapkan bantuan benih bagi kelompok tani yang mengalami gagal panen agar dapat segera memasuki musim tanam berikutnya, ” Tandasnya.
Intervensi bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pada Tahun Anggaran 2026, meliputi:
✓ Bantuan Irigasi Perpompaan = 26 unit
✓ Bantuan Irigasi Perpipaan = 6 unit
✓ Sumur Bor = 2 unit
✓ Sumur Pantek = 4 unit
✓ JIAT = 6 unit
✓ RJIT = 22 unit
✓ Pompa Air = 75 unit
Berdasarkan data kekeringan yang dikeluarkan oleh UPTD BPTPH Provinsi Banten sampai dengan 16 Oktober 2026, kekeringan di Kabupaten Tangerang terjadi mulai akhir Juni 2026 yang terjadi pada 18 Kecamatan (58 Desa) seluas 756,05 Ha (Puso 433,05 Ha, Pulih 188 Ha, Panen 73 Ha
Sarana pertanian yang diberikan juga meliputi 25.825 kg pupuk NPK; 20.500 kg kompos; 530.000 kg pupuk organic; 90 liter pupuk organik cair. Selain itu, juga diberikan bantuan benih padi mencapai 86.900 kg.
Seiring dengan itu, pemerintah terus berupaya memberikan arahan kepada kelompok tani agar dapat berdiskusi dan berkolaborasi dengan dinas dalam rangka penanganan kekeringan. Tak hanya itu, Bantuan diberikan berdasarkan data di simultan.
Redaksi Piter Siagian
Tidak ada komentar