Belum Lama Dicor, Proyek Pelebaran Jalan Benda Bunar Sudah Mengalami Keretakan: Kepala Dinas DBMSDA Tidak Menjawab?

waktu baca 2 menit
Senin, 31 Agu 2026 02:01 96 Piter Siagian

http://Rajawali Times News.com Sukamulya — Proyek pelebaran jalan yang berada di wilayah Benda Bunar menjadi sorotan, proyek yang dibiayai oleh pajak rakyat yang dipungut melalui badan pendapat daerah dan penggunaan nya harus sesuai dengan tata kelola keuangan.

Sementara itu, pemerintah harus dapat menjamin kwalitas dan mutu untuk peruntukan sesuai dengan data tanpa ada pandang bulu terhadap pengerjaan  proyek yang di kerjakan vendor.

Selain mutu dan  kwalitas tersebut proyek yang dibiayai oleh APBD harus lebih transparan, namun hal itu sering terjadi keterlambatan pemasangan papan informasi bahkan tidak terpasang. Sehingga publik tidak bisa mengetahui nilai pengerjaan tersebut.

Hal itu sangat miris bagi masyarakat yang membutuhkan informasi dan juga pihak yang menerima tanggung jawab terhadap pengerjaan proyek  yang baru baru ini di kerjakan.

Anggaran yang di gelontor kan oleh pemerintah untuk pelebaran jalan harus sesuai dengan spec mutu dan kwalitas pengerjaan, sehingga peruntukan tersebut berjalan sesuai dengan fakta dan keinginan masyarakat.

Saat awak media menanyakan ke salah satu warga yang ada di lokasi ia mengatakan, bahwa kegiatan pembangunan tersebut baru di kerjakan 3 hari lalu, sementara yang lain semalam , tak hanya itu Papan Proyekpun tidak terlihat di lokasi.

Pantau langsung di lokasi, proyek yang baru di kerjakan tersebut sudah menjukan keretakan, sementara baru sekitar tiga hari selesai dilakukan pengecora. Keretakan tersebut tampak memanjang pada badan beton.

Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan, proses pelaksanaan, serta pengawasan terhadap proyek pelebaran jalan yang dikerjakan pada hari Minggu 30/08/2026

“Kami berharap pelaksana pekerjaan dan instansi terkait dapat segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab munculnya retakan tersebut. Pemeriksaan dinilai penting agar dapat dipastikan apakah keretakan yang terjadi masih dalam batas normal atau terdapat persoalan pada proses pengerjaan dan mutu konstruksi.

Selain itu, keterbukaan informasi mengenai spesifikasi teknis, mutu material, metode pengecoran, proses perawatan beton (curing), serta pengawasan pekerjaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Hingga berita ini diturunkan, kami mencoba lakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek dan instansi terkait mengenai penyebab keretakan serta langkah perbaikan yang akan dilakukan. Namun saat ditemui di kantor DBMSDA kepala dinas tidak sedang berada di kantor.

Proyek yang baru dicor namun telah terlihat mengalami keretakan ini diharapkan segera mendapat perhatian, agar kualitas dan manfaat pembangunan dapat terjamin bagi masyarakat.

Maman

Piter Siagian
Author: Piter Siagian

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA